Huize Trivelli

I had a chance to visit this heritage restaurant and enjoying their delicious meals for free ‎​Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ .

It looked like a house outside, with Javanese gebyok (opening screen on their website).  I was greeted with a map of Batavia, artificial rain, fish pond, and sepeda onthel. It was the open air area of the restaurant. There are some old wooden tables & big old wooden chairs. Almost the size of a single sofa. The door slides and I entered the house.

Huize Trivelli has a lot.. I repeat.. A LOT of old antiques. China plates, traditional cake molds, piano, gramophone, type writer, paintings, tapestry, posters, pictures, chairs, tables, drink jars, stained glass windows, books, you name it. This place is an exhibition. Total exhibition.

You can choose whether you want to be seated in a more private rooms (with darker wall color, though) or in the main dining area which is brighter. They have various wooden chairs, simple ones and complicated carving ones. They’re big chairs. Comfortable and sturdy.
For the appetizer we were offerred Bitterbalen with mayonnaise. They have some delicious full course meal. We have Spaghetti Bolognese, Fillet, and Nasi goreng. They are delicious. Although I will pick the nasi goreng over spaghetti. Their chicken is crispy, not oily and perfect!

Finally we were given Klappertaart for the desert. The rhum tasted so strong. YUM ! They came in mini size though. I posted Klappertaart recipe which you can make with your own size & topping. Complete Satisfaction !

We have Ice Lemon Thee & Thee Sereh Njonja Ooet for our drinks. Refreshing.

For complete menu check their website.

This unique place is not kids friendly. Too much breakable items and narrow space. No high chairs. Dark color for the walls make the atmosphere kinda creepy.

One of my regret here is why I didn’t know this place exist when I was studying design ? This place offers great inspiration for art nouveau and old Batavia. Being there I felt that I could go back to the past. Just need to wear proper costume.

Overall, I like this place. It’s good for fine dining, small number of grown ups. And person who love culinary, eager to try a different kind of food. My father will not like this place. When I looked at their guestbook, they have guests from various European and Asian countries. Wow, a tourist attraction indeed !


Huize Trivelli
Jl. Persatuan Guru No. 7 Jakarta Pusat 10160
Tel./Fax.: 021 3865803


Baby & Kids Friendly Restaurant

Ternyata restoran yang baby & kids friendly sangat penting sekarang. :p

Minggu lalu kami sekeluarga berniat lunch di luar rumah. Lihat-lihat, ada 1 tempat yang menarik. Tanya-tanya, makanannya cukup enak dan harga terjangkau. OK, berangkatlah kesana.

Ternyata…. Tempat tersebut tidak memiliki high chair.

Belum duduk, kami langsung keluar lagi. Emm… Itu tidak apa-apa kan yah ?

Untunglah restoran ini ada di area mal, jadi masih ada pilihan lain. Setelah lihat-lihat akhirnya kami masuk ke Wendy’s yang sudah pasti baby & kids friendly.

Selama disana Nat sangat tertarik dengan rumah mainan dan balon-balon dekorasinya. Sebelum makan Nat main di rumah itu. Saat duduk di high chair dan makan pun tetap dia menunjuk-nunjuk, memutar badannya kearah rumah mainan itu. Setelah makan tentu saja dia bisa main lebih lama. Senang sekali! Nat yang ceria membuat kami ikut ceria juga 🙂 agak kecewa dengan restoran pertama, interiornya lucu, seragam pelayannya juga lebih lucu lagi :p tapi sangat disayangkan… Yah mungkin memang pemiliknya sudah menentukan.. No baby & toddler at my place!

Di Wendy’s pulalah Nat makan makanan luar pertamanya. Baked Potato with Broccoli and Cheese. Makannya kurang lahap karena sepertinya terlalu senang dengan mainan dan 2 anak SD yang sedang main disana.

Berdasarkan pengalaman ini, saya harus mendata restoran yang baby & kids friendly sebagai tujuan bila kami pergi makan diluar lagi. Ataukah saya harus membeli travelling highchair ? 😀

OK, ini kriteria restoran yang baby & kids friendly menurut saya :
1. High Chair
Membawa high chair sendiri itu merepotkan. Tidak semua orang memiliki portable high chair (meskipun itu keren sekali). Jadi bila pihak restoran menyediakannya, itu sangat menyenangkan. Tidak ada yang mau atau bahkan bisa makan sambil memangku seorang bayi/batita yang aktif. So high chair is a must !!

2. Playground
Tidak harus besar dan luas namun cukup untuk dibuat bermain 5 orang anak, supaya orangtua bisa makan dengan nyaman sementara anak-anak bermain.

3. Pencahayaan yang terang
Tentu saja kafe remang-remang bukan tempat yang cocok untuk bayi & anak. Saya ingin bisa melihat dengan jelas anak saya ada dimana dan sedang apa.

4. Interior/dekorasi yang bisa dibuat mainan
Ha3x semua anak pasti ingin bermain. Melihat tempat baru pasti membuatnya tertarik dan ingin memegang, ingin merasakan… Jadi memiliki dekorasi tambahan ini sangat menyenangkan untuk keluarga dengan anak kecil. Pemilik restoran & konsumen lain pasti tidak ingin ada batita yang ‘berlatih’ piano saat jam makan siang. Jadi, ada tempat-tempat tertentu yang bisa digunakan untuk bermain sangat berguna.

5. Keramahan pelayan
Kepada orangtua dan juga kepada bayi/batita adalah nilai tambah. Saya senang bila mereka menyapa anak saya juga. 🙂 Dan menawarkan high chair sebelum saya memintanya.

6. Kid’s Healthy menu
Menu yang menyembunyikan sayur pasti jadi nilai tambah. Porsi anak, dan bahan-bahan sehat pasti sangat disukai. Anak juga bisa makan makanan restoran namun tidak membuat orangtuanya yang sangat peduli akan makanan anaknya menjadi marah karena ada begitu banyak MSG dalam makanannya.

7. Bonus/souvenir untuk anak
Balon untuk anak pegang, bermain, dibawa pulang cukup membuat orangtua tersenyum. Sudah pasti kami akan mengunjungi restoran Anda lagi 😉

Yah itulah yang membuat saya senang 🙂 anak senang, orangtua juga senang 😀

Bagaimana menurutmu ?

Pan-Ya’s Red Velvet Cake

I’ve been googling about Red Velvet Cake lately. This cake has been a topic around my twitter timeline. Some people say that it is just…breath-taking. A sexy dessert with dashing red color.

I’ve browsed for some recipes but I can’t try to make one before I taste the real Red Velvet Cake.

Well… what a luck !

When we visited my sister at her boarding house around West Jakarta, we stopped at The Food Hall to buy some Pan-Ya’s breads she ordered. Next to the cashier, there the beautiful cakes are being displayed. Red butter cream on top of the white cream cheese frosting, with a hand written label : Red Velvet. (the display was not eye-catching though)

I just quickly asked for one, and taste it the day after 🙂

It was… sexy indeed. The red color totally sets the mood. Perfect combination with its cream cheese frosting.


Red Velvet Cake Recipe from Bakerella

Red Velvet Cake

Ingredients :
2 1/2 cups all purpose flour
2 cups sugar
1 Tbsp cocoa
1 tsp salt
1 tsp baking soda
2 eggs
1 1/2 cups oil
1 cup buttermilk
1 Tbsp vinegar
1 tsp vanilla
2 oz. red food coloring

Instructions :
1. Preheat oven to 350 degrees.
2. Grease and flour two 8 inch cake pans.
3. Lightly stir eggs in a medium bowl with a wire whisk. Add remaining liquid ingredients and stir together with whisk until blended. Set aside.
4. Place all the dry ingredients in your mixing bowl and stir together really good with another wire whisk.
5. Add wet ingredients to the dry ingredients and mix on medium-high for about a minute or until completely combined.
6. Pour into cake pans and then drop the pans on the counter a few times to release any air bubbles.
7. Bake for about 30 minutes or until a toothpick inserted comes out clean.
8. After about ten minutes, remove from pans and cool completely on a wire rack. I also cover in plastic wrap while the cakes cool.

Cream Cheese Frosting

8 oz. cream cheese, room temperature
1 cup butter, room temperature
1 tsp vanilla
6 cups confectioners’ sugar

1. Sift sugar and set aside.
2. Beat cream cheese and butter on high until creamy. Add vanilla.
3. Then, add the sugar in batches. Scrape down the sides in between each addition.
4. And frost away

Hello Kitty Cafe

Hari Sabtu yang lalu kami mendapat surat cinta dari PLN, pemberitahuan bahwa 2 hari kemudian listrik akan dipadamkan untuk perbaikan pukul 10 pagi – 4 sore. Terimakasih telah memberitahu, kami bisa menyusun rencana untuk kabur.

Kemana ?
Tidak jauh dari rumah kami, ke Lippo Village. Continue reading