Toys Review : Pounding Egg

Mainan lucu ini Nat terima untuk hadiah ulangtahun pertamanya. Tetapi Nat baru bisa memainkannya secara tepat pada usia 18 bulan. Dia mulai bisa memukul-mukulkan palu ke arah bola dan bisa menaruh bola kembali di lubangnya, lalu dipukul-pukul lagi. Kalau sudah bosan dengan palunya, Nat akan langsung pakai tangannya untuk menekan bola sehingga bola jatuh. Begitu terus. 🙂 Kalau bola keluar, akan kena 2 buah lonceng yang berbunyi dan suaranya membuat Nat makin bersemangat !

Yang perlu diperhatikan adalah ukuran bola & lonceng yang pas masuk di mulut batita. Nat beberapa kali memasukkan bola-bola warna warni ini kedalam mulutnya. Langsung saya keluarkan. Yah, Nat suka mainan ini tetapi tetap main apapun tidak boleh ditinggal ya ? 🙂

Selebihnya saya suka dengan permainan ini.  Warna cerah, cat non-toxic yang aman, dan melihat Nat konsentrasi memukul dan mengembalikkan bola ke tempatnya membuat saya yakin, anak saya makin bertumbuh. 🙂

Untuk mendapatkan mainan ini, klik saja ke puzzleku. Banyak mainan kayu & puzzle yang akan membuat anak-anak asyik sekaligus belajar. Kami punya beberapa puzzle nya dan terbukti, Nat suka sekali ! Sayangnya saya sering lupa memotretnya ketika sedang bermain.

Catatan adalah review berdasarkan pengalaman pribadi, jika dikemudian hari Anda menemukan pengalaman yang berbeda maka bukanlah tanggung jawab kami. Dan kami tidak menerima keuntungan material baik secara langsung maupun tidak langsung dari review yang dibuat di blog ini.

Digital Scrapbooking : Chocolate Recipe Card

So I took a step in digital scrapbooking by joining TheStudio’s February Recipe Card Challenge hosted by Maurine Stettler. It’s a place where you use her kit to design a recipe card with certain theme. And this February is chocolate.

I search for some recipe that I have actually tried & loved with chocolate in it. But I ended up with a chocolate recipe that I want to try. So this is it. I give you Chocolate Spritz Cookies.

I love Maurine’s illustration. So cute ! I’ve been collecting her freebies but can’t help not to buy when I look at this kit. But somehow I didn’t use her illustration for this recipe card 😀 ah, will make another recipe card with her cute people soon 😉

My Son’s First Work of Art

Inspired by No Time for Flash Cards and Peaceful Parenting, I decided to give paint a try with my 20 months old son. And here it is… I give you his 1st work of art. MILESTONE !

So what is that ? It’s actually a wind mill.

My original plan was for him to put pom poms on the double sided tape. He did, but he also pulled them out. Some thread remained. He put some in his mouth. I took them out. Again, again, and again… Arrgghh! OK dear, let`s try finger painting with food coloring. So I dropped some on the paper. He quickly smeared them. Then, he liked it !! He kept asking me to drop more. And the next thing we know, he started to drop them by himself on his feet. Ah…

It was a mess, but we had fun 😉

Food coloring is edible, cheap, and available in many colors. Easy to clean on any surface : skin, floor and clothes. I’m going to restock. 🙂

OK, maybe not that easy to clean on skin… 😀 need more bath & soap 😀

Jung Personality Test

🙂

Do you like to take a personality test ? My husband loved the Personality Plus  and tend to act with other people based on it. His personality changed from time to time. And I’m sure mine too. Today I found a link on a forum, and took the test. The results of this test are not Who You Are. It’s a listing of your psychological preferences for processing our world, and as such, a tool, nothing more, nothing less. Do you want to try ?

Free Jung Personality Test

My result is :

ISTJ – “Trustee”. Decisiveness in practical affairs. Guardian of time- honored institutions. Dependable. 11.6% of total population.

Rattatouille Mayo

Suamiku, lidah Asia. Dia tumbuh dengan masakan cina dan Indonesia. Tidak pernah mencicipi mayonaisse, salad, maupun masakan barat lainnya.

Tiap kali saya buat masakan barat, entah itu cake, pancake, muffin, resep-resep dari Annabel Karmel, bagi dia semuanya enak namun cukup sekali saja.

Tapi… untuk yang satu ini… dia sendiri meminta-memohon untuk dibuatkan lagi. Binar matanya ketika menyebut Ratatouille Mayo persis sekali dengan anak kecil yang senang dengan masakan ibunya.

Jadi, inilah Ratatouille Mayo (foto & resep dari advertorial Maestro – majalah Sedap Sekejap)

~~~~~~~~~~

Rattatouille Mayo

Bahan :
1 buah roti perancis, potong ± 15 cm, belah dua
1 buah Terong ungu, potong tipis
1 buah Zukini, potong tipis
1/2 buah Paprika merah
Keju parut secukupnya (saya pakai quick melt)
Oregano secukupnya
Garam secukupnya

Saus :
2 sdm mentega
2 sdm tepung terigu
100 ml kaldu
100 ml susu plain
Garam, merica, pala bubuk secukupnya
4 sdm Mayonaisse

Cara Membuat :
1. Potong tipis terong dan zukini, taburi oregano dan garam, aduk rata bersama paprika, sisihkan.
2. Saus : Lelehkan mentega, aduk cepat tepung terigu, tuang kaldu dan susu perlahan-lahan. Bumbui dengan garam, merica dan pala bubuk. Masak hingga kental. Matikan api, beri mayonaisse, aduk rata.
3. Tuang saus di potongan roti perancis secukupnya, tata potongan sayuran diatas saus, taburi keju parut.
4. Panggang dalam oven bersuhu 180C selama 15 menit, sajikan.

 

Lalu bagaimanakah dengan ratatouille asli ? Terlihat sangat menggiurkan di filmnya 😉 ya… Yang asli sebetulnya tidak rapi seperti itu. Yang asli adalah tumis sayur saja. Saya sudah coba Baby’s Ratatouille milik Weelicious dan ternyata nagih ! Bukan hanya Nat saja yang suka, seluruh keluarga juga suka ! Sedangkan untuk versi film, Smitten Kitchen telah membuatnya :).

December Scrapbooking Freebies

English version

Sejak saya dapat program MyMemoriesSuite dari kuis di HomeGrownHearts Academy, saya mulai suka digital scrapbooking. Ternyata memakai program untuk scrapbooking tidak sesederhana yang saya kira. Digital scrapbooking menyenangkan, adiktif, dan seperti olahraga buat saya yang sudah lama tidak menyentuh desain. Yah, sedikit pemanasan supaya tidak kehilangan sentuhan ajaib ini 😛 *lebay*

Dan bulan Desember ini, ada banyak barang gratis dengan tema Natal. Barang berarti scrapbooking set, atau beberapa kertas cantik, pita-pita cantik, kancing-kancing lucu, bunga-bunga yang manis, word art, dll. Saya sudah download beberapa dari mereka sejak 1 Desember. Kenapa ? Karena beberapa harus di download pada hari itu, kalau lewat, hilanglah barang gratis ini. Maaf saya baru menulis ini sekarang. Saya tidak tahu siapa dari kalian pembaca yang suka desain atau scrapbook.

OK, kalau tertarik,  The Blog Train Blog punya 1 bulan penuh set gratis (lebih dari 90 desainer sudah berpartisipasi) dengan tema : Tradisi. Jika kamu tidak merayakan Natal, ornamen yang ada (bunga,pita dll) temanya netral, dan cantik-cantik tentu saja. Cocok untuk mempercantik foto, blog atau mendesain album foto 1 tahun baby (proyek  saya yang tidak selesai-selesai :P). Ternyata ada juga desainer dari Indonesia yang ikut ambil bagian, Meta Wulandari Design.

The Digital Scrapbooking Studio punya Advent DAD (download-a-day) yang lebih sedikit daripada The Blog Train tetapi cantik sekali !!

Marie H Design di facebook punya download harian. Tetapi hanya terdiri dari 1-3 buah ornamen per hari. Jadi bila kamu download setiap hari, kamu akan memiliki 1 set lengkap.

GingerScraps juga punya download harian untuk melengkapi set Just Keep Smiling dari Connie Prince. Yang tidak bertema Natal.

Baru saja blog Scrapinfusions punya 12 of Christmas Freebies. Isinya quick pages dengan kit dari Connie Prince. Wow ! Betul-betul kreatif !

Digital Design Den juga punya Year End Countdown setiap hari dengan quick pages yang variatif, bukan hanya tema Natal.

Lala Digiscrap selalu punya freebie quick pages yang menarik 🙂

Pasti ada lebih banyak freebie yang tersedia di bulan ini, tapi hanya ini yang saya tahu & ikuti. Saya suka yang gratis 😉 jarang-jarang ada nih… Kalau beli di MyMemories, harganya sekitar $3-8. Ya, ada yang gratis, ayo kejar 🙂

Ini contoh scrapbook yang saya buat kilat dengan memakai quick page template yang sudah disediakan oleh MyMemoriesSuite. Saya tinggal mengisi dengan foto yang saya pilih. Maaf karena foto & tema tidak sesuai.

Huize Trivelli

I had a chance to visit this heritage restaurant and enjoying their delicious meals for free ‎​Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ .

It looked like a house outside, with Javanese gebyok (opening screen on their website).  I was greeted with a map of Batavia, artificial rain, fish pond, and sepeda onthel. It was the open air area of the restaurant. There are some old wooden tables & big old wooden chairs. Almost the size of a single sofa. The door slides and I entered the house.

Huize Trivelli has a lot.. I repeat.. A LOT of old antiques. China plates, traditional cake molds, piano, gramophone, type writer, paintings, tapestry, posters, pictures, chairs, tables, drink jars, stained glass windows, books, you name it. This place is an exhibition. Total exhibition.

You can choose whether you want to be seated in a more private rooms (with darker wall color, though) or in the main dining area which is brighter. They have various wooden chairs, simple ones and complicated carving ones. They’re big chairs. Comfortable and sturdy.
For the appetizer we were offerred Bitterbalen with mayonnaise. They have some delicious full course meal. We have Spaghetti Bolognese, Fillet, and Nasi goreng. They are delicious. Although I will pick the nasi goreng over spaghetti. Their chicken is crispy, not oily and perfect!

Finally we were given Klappertaart for the desert. The rhum tasted so strong. YUM ! They came in mini size though. I posted Klappertaart recipe which you can make with your own size & topping. Complete Satisfaction !

We have Ice Lemon Thee & Thee Sereh Njonja Ooet for our drinks. Refreshing.

For complete menu check their website.

This unique place is not kids friendly. Too much breakable items and narrow space. No high chairs. Dark color for the walls make the atmosphere kinda creepy.

One of my regret here is why I didn’t know this place exist when I was studying design ? This place offers great inspiration for art nouveau and old Batavia. Being there I felt that I could go back to the past. Just need to wear proper costume.

Overall, I like this place. It’s good for fine dining, small number of grown ups. And person who love culinary, eager to try a different kind of food. My father will not like this place. When I looked at their guestbook, they have guests from various European and Asian countries. Wow, a tourist attraction indeed !

~~~~~~~~~~~~~~~

Huize Trivelli
Jl. Persatuan Guru No. 7 Jakarta Pusat 10160
Tel./Fax.: 021 3865803